Pembabakan Prasejarah Indonesia dengan Sistem Teknologi dan Sistem Sosial Ekonomi

Pembabakan prasejarah Indonesia sering kali menimbulkan kerancuan disebabkan seringkali penulis tidak membedakan dan menyatukan 2 sistem di atas. perlu diluruskan bahwa kedua sistem terpisah walau saling berhubungan.

Pembabakan Prasejarah Indonesia Sistem Teknologi

Zaman Kala Fauna Manusia Teknologi Alat Sebaran Keterangan
Megalithik Holocen/

Alluvium

Austronesia Megalithik ·  Menhir

·  Dolmen

·  Kubur Batu

·  Punden berundak

·  Arca-arca

· Sumatra

· Jawa

· Bali

· Nusa tenggara

· Sulawesi

Kubadayaan megalithik berakar sejak zaman neolithik dan berkembang pesat pada zaman logam.
Logam Seni tuang logam ·  Bejana

·  Nekara

·  Kapak corong

·  Candrasa

· Sumatra

· Jawa

· Sulawesi

· Bali

· Nusa Tenggara

· Papua

Zaman logam di dunia dibagi tiga: tembaga, perunggu dan besi. Di indonesia tidak ditemukan tembaga. Zaman perunggu dan besi juga sulit dibagi karena diduga mereka datangnya bersamaan.
Neolithik ·  Austronesia

·  Papua-melanosoide

Neolithik ·  Kapak persegi

·  Kapak lonjong

·  Beliung persegi

·  Tembikar

Tersebar di seluruh Indonesia Kebudayaan pertama yang tersebar ke seluruh indonesia. Di zaman ini, mamusia mulai mengenal bercocok tanam dan bertempat tinggal tetap.
Mesolithik Papua-melanosoide Mesolithik ·  Pabble-culture/ kapak genggam

·  Bone-culture/ alat tulang

·  Flake-culture/ alat serpih

· Sumatra

· Jawa

· Kalimantan

· Nusa Tenggara

Manusia masih hidup dari berburu dan mengumpulkan makanan. Sudah mulai bertempat tinggal walau tidak tetap. Mulai mengenal religi dan seni walau sederhana.
Paleolithik Plestocen/ Diluvum atas Ngandong Homo wadjakinensis

Homo soloensis

Paleolithik ·  Alat tulang

·  chopper

·  Sumatra

·  Jawa

Asal mula kehidupan manusia prasejarah. Hidup berkelompok dengan masa hidup pendek. Alat masih sangat sederhana dan apa adanya.
tengah Trinil Pithecanthropus erectus
bawah Jetis Pithecanthropus modjokertensis

Meganthropus paleojavanicus

 

 

 

Pembabakan Prasejarah Indonesia  Sistem Sosial Ekonomi

Masa Kala Manusia Fauna Teknologi Alat-alat Keterangan
Perundagian Holocen Homo sapien

·  Mongoloid

·  Australomelonesid

Tradisis seni tuang logam

 

 

Tradisi megalithik muda

 

Benda-benda perunggu

Benda-benda besi

Tembikar

Kubur peti batu, sarcofagus,dolmen, dan bejana batu

Masa tepat sebelum sejarah. Manusia sudah menetap dan membentuk pemukiman, mengenal pembagian kerja, sistem pemerintah sederhana dan kepercayaan religi tradisional.
Bercocok tanam Tradisi megalithik tua

 

Tradisi neolithik

Menhir, dolmen, punden berundak, jalan batu, tembok batu, limas

Beliung persegi, kapak lonjong, kapak persegi, mata panah, gerabah, alat serpih obsidian

Mulai menanam tumbuhan dan menjinakkan hewan walau masih sangat sederhana. Mulai menetap walau sering berpindah pindah. Membentuk kelompok dari beberapa keluarga. Kepercayan mulai memegang peran penting.
Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut ·  Sampung

·  Toala

Tradisi mesolithik Serpih bilah, alat tulang yang sudah di olah, kapak genggam sumatra Masih bertumpu pada berburu dan mengumpulkan makanan. Mulai mengenal kepercayaan, seni dan melakukan penguburan. Ada usaha bertempat tinggal di gua gua.
Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana Plestocen Atas Homo wadjakinensis

Pithecanthropus soloensis

Ngandong Tradisi paleolithik Kapak perimbas, alat serpih, alat tulang sederhana Mulai munculnya manusia, alat alat masih sangat sederhana dan seadanya. Masih berpusat pada bertahan hidup menhadapi alam.
tengah Piyhecanthropus erectus Trinil
bawah Pithecanthropus modjokertensis

Meganthropus paleojavanicus

Jetis

Untuk bacaan lebih lanjut, silahkan dibaca Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia jilid 1 karya Drs. R. Soekmono yang menggunakan sistem teknologi dan Sejarah Nasional Indonesia jilid 1 terbitan balai pustaka oleh tim penulisan sejarah nasional.

Sekian dari saya. ada kurang lebihnya saya mohon maaf. setiap kritik dan saran akan diterima dengan tangan terbuka dan silahkan comment di bawah.

Masuk FIS, Harus Semangat Lagi!

Setelah lulus dari SMA tahun 2014, saya masuk suatu perguruan tinggi swasta di malang. Namun dikarenakan masalah kesehatan yang parah, saya sering sekali sakit hingga terpaksa masuk rumah sakit berkali-kali. Hal ini terus berlangsung selama setengah tahun, hingga akhirnya saya memutuskan meninggalkan kuliah saya.

Sebenarnya tahun lalu, saya juga mengikuti SBMPTN, bahkan saya juga diterima di prodi yang sama. Sayangnya kondisi keluarga saya sedang tidak kondusif, sehingga saya terpaksa harus mengundurkan diri.

Dengan kerja keras dan segala upaya, sekarang saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan lagi untuk duduk dibangku kuliah. Hal ini tidak lepas kesempatan yang diberikan oleh Universitas Negri Malang kepada saya.

Saya berterima kasih sebesar-besarnya dan saya sangat bangga bisa masuk ke Produ S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial. Menekuni dunia sejarah sudah merupakan impian saya sejak kecil.

 

Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negri Malang

 

 

Muh. Nasrullah A.

Nim: 160732615026/NISJ130027

Anime!

Anime (アニメ) (baca: a-ni-me, bukan a-nim) adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang.

Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris “Animation” dan diucapkan sebagai “Anime-shon”.

Anime pertama yang mencapai kepopuleran yang luas Astro Boy karya Ozamu Tezuka pada tahun 1963. Sekarang anime sudah sangat berkembang jika dibandingkan dengan anime zaman dulu. Dengan grafik yang sudah berkembang sampai alur cerita yang lebih menarik dan seru. Masyarakat Jepang sangat antusias menonton anime dan membaca manga. Dari anak-anak sampai orang dewasa. Mereka menganggap, anime itu sebagai bagian dari kehidupan mereka, Hal ini yang membuat beberapa televisi kabel yang terkenal akan beberapa film kartunnya, seperti Cartoon Network dan Nickelodeon mengekspor kartunnya. Sekarang anime menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan bagi semua orang, dan banyak juga orang yang memanfaatkan hal ini untuk sebuah tindakan kejahatan. Pembuat anime itu sendiri disebut animator.Para Animator itu bekerja disebuah perusahaan media untuk memproduksi sebuah anime. Di dalam perusahaan itu, terdapat beberapa animator yang saling bekerja sama untuk menghasilkan sebuah anime yang berkualitas. Tapi sangat disayangkan, gaji dari para animator tersebut kecil jika dibandingkan dengan kerja keras mereka. Hal ini yang membuat para animator enggan untuk bekerja secara professional. Mereka merasa hal itu tidak sebanding dengan usaha yang telah mereka lakukan. Para animator itu sendiri sering disebut Seniman Bayangan. Karena mereka bekerja seperti seorang seniman yang berusaha mengedepankan unsur cerita dan unsur intrinsiknya.

Pembajakan juga mempersulit para animator untuk mendapatkan keuntungan penuh dari hasil kerja keras mereka, meski ternyata juga ada “gosip” yang mengatakan bahwa ada juga pihak produsen anime itu sendiri yang menyebarluaskan karya mereka di luar jalur perdagangan resmi (mungkin gratisan atau dibajak) dengan tujuan untuk lebih memopulerkan hasil karya mereka.

Tidak sedikit yang orang yang pergi ke Jepang untuk belajar mengenai pembuatan anime (dan manga tentunya) karena tertarik setelah melihat berbagai anime yang telah menyebar ke berbagai pelosok dunia di berbagai benua. Adapun pihak yang membuat hasil karya yang serupa atau bahkan mungkin meniru ciri anime, misalnya Korea dan beberapa negara Asia lainnya.

Teknologi CG (Computer Graphics) dan Teknologi Visual, Komputer dsb telah mempermudah pembuatan anime sekarang ini, karena itu ada yang menganggap bahwa kualitas artistiknya lebih rendah dibandingkan dengan anime masa lalu. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa kualitas gambarnya pun sekarang ini lebih nikmat dilihat dan lebih mudah dimengerti karena gambarnya lebih proporsional dan warnanya lebih bagus, ditambah keberadaan teknologi HD.

Manga!

Manga (漫画) (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa Jepang; di luar Jepang, kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang. Mangaka (漫画家) (baca: man-ga-ka, atau ma-ng-ga-ka) adalah orang yang menggambar manga.[1]

Manga di Jepang

Majalah-majalah manga di Jepang biasanya terdiri dari beberapa judul komik yang masing-masing mengisi sekitar 30-40 halaman majalah itu (satu chapter/bab). Majalah-majalah tersebut sendiri biasanya mempunyai tebal berkisar antara 200 hingga 850 halaman. Sebuah judul manga yang sukses dapat terbit hingga bertahun-tahun seperti “ジョジョの奇妙な冒険 / Jojo no Kimyō na Bōken / JoJo’s Bizarre Adventure / Misi Rahasia“. Umumnya, judul-judul yang sukses dapat diangkat untuk dijadikan dalam bentuk animasi (atau sekarang lebih dikenal dengan istilah ANIME) contohnya adalah seperti Naruto, Bleach dan One Piece

Beberapa manga cerita aslinya bisa diangkat berdasarkan dari novel / visual novel, contohnya adalah “Basilisk” (tidak beredar di Indonesia) berdasarkan dari novel “甲賀忍法帖, Kōga Ninpōchō” oleh Futaro Yamada, yang menceritakan pertarungan antara klan ninja Tsubagakure Iga dan klan ninja Manjidani Koga. Ada juga yang mengangkat dari segi sejarah, seperti sejarah Tiga Kerajaan (The Three Kingdom) seperti Legenda Naga (Ryuuroden) dan sejarah-sejarah Jepang, kadang ada yang memakai nama yang benar benar ada, ada juga yang memakai tokoh fiktif

 

Setelah beberapa lama, cerita-cerita dari majalah itu akan dikumpulkan dan dicetak dalam bentuk buku berukuran biasa, yang disebut tankōbon (atau kadang dikenal sebagai istilah volume). Komik dalam bentuk ini biasanya dicetak di atas kertas berkualitas tinggi dan berguna buat orang-orang yang tidak atau malas membeli majalah-majalah manga yang terbit mingguan yang memiliki beragam campuran cerita/judul. Dari bentuk tankōbon inilah manga biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain di negara-negara lain seperti Indonesia.

Untuk beberapa judul (yang sukses) bahkan telah/akan dibuat versi manusia (Live Action, atau kadang disingkat sebagai L.A. di jepang), beberapa judul yang telah diangkat menjadi Live Action adalah Death Note, Detektif Conan, GeGeGe no Kintaro, Cutie Honie, Casshern, DevilMan, Saigake!! Otokojuku dan lain lain [2]

Lebih lanjut sebagian judul juga akan dibuat remake kembali secara internasional oleh produsen di luar negara Jepang, seperti Amerika, yang membuat film Live Action Dragon Ball versi Hollywood (20’th Century Fox)[3], dan kabarnya juga akan dibuat versi live action dari Death Note oleh pihak produser barat[4].

Genre

Berikut adalah genre-genre yang ada di manga. Selain itu, banyak dari jenis-jenis berikut juga berlaku untuk anime dan permainan komputer Jepang.

  • Aksi akushon (アクション) : Bercerita tentang pertempuran, perkelahian, atau kekerasan
  • Fantasi fantajī (ファンタジー) : Bercerita tentang benda-benda aneh atau memiliki kekuatan di luar logika, dunia yang tidak terlihat atau lain
  • Historis hisutorikaru (ヒストリカル) : Bercerita tentang sejarah seseorang, benda, ataupun suatu tempat
  • Seni bela diri budō (武道) : Bercerita tentang berbagai seni bela diri
  • Misteri Nazo (} : Bercerita tentang sebuah misteri
  • Roman/Percintaan Romansu (ロマンス) : Bercerita tentang percintaan
  • Olahraga supōtsu (スポーツ) : Bercerita tentang berbagai olahraga
  • Supernatural chō shizen (超自然) : Orang-orang yang berada dalam manga tersebut memiliki kekuatan di luar logika

Genre Berdasarkan jenis pembaca

  • Manga yang khusus ditujukan untuk anak-anak disebut kodomo (子供) — untuk anak-anak.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk (Wanita) dewasa disebut josei (女性) (atau redikomi) — wanita.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk dewasa disebut seinen (青年) — pria.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk perempuan disebut shōjo (少女) — remaja perempuan.
  • Manga yang khusus ditujukan untuk laki-laki disebut shōnen (少年) — remaja lelaki.

Banyak dari jenis-jenis ini juga berlaku untuk anime dan permainan komputer Jepang.

Dua penerbit manga terbesar di Jepang adalah Shogakukan (小学館) dan Shueisha (集英社).

Gaya penggambaran

Rata-rata mangaka di Jepang menggunakan gaya/style sederhana dalam menggambar manga. Tetapi, gambar latar belakangnya hampir semua manga digambar serealistis mungkin, biarpun gambar karakternya benar-benar sederhana. Para mangaka menggambar sederhana khususnya pada bagian muka, dengan ciri khas mata besar, mulut kecil dan hidung sejumput. Ada juga gaya menggambar Lolicon maupun Shotacon.

Tidak semua manga digambarkan dengan sederhana. Beberapa mangaka menggunakan style yang realistis, walaupun dalam beberapa elemen masih bisa dikategorikan manga. Seperti contohnya Vagabond, karya Takehiko Inoue yang menonjolkan penggunaan arsir, proporsi seimbang dan setting yang realistis.[rujukan?] Tetap, Vagabond dikategorikan manga karena gaya penggambaran mata, serta beberapa bagian yang simpel. Manga juga biasa digambar dalam monochrome dan gradasinya yang biasa disebut tone.

Untuk komik jangka panjang atau yang memiliki ratusan volume, umumnya seiring dengan perkembangan waktu, para mangaka akan mengalami perubahan goresan yang cukup signifikan.[rujukan?] Contoh yang umum di Indonesia mungkin karaya Hojo Tsukasa yang dari Cat Eyes berubah menjadi seperti dalam City Hunter. Atau karya lain Ah ! My Goddess yang dimulai sejak 1988 dan sampai sekarang masih terus berjalan. One Piece and Naruto pun cukup berubah bila dibandingkan pada goresan volume volume awal.[rujukan?]

Doujinshi

Doujinshi adalah sebutan bagi manga yang dibuat oleh fans manga tersebut yang memiliki alur cerita atau ending yang berbeda dari manga aslinya. Para fans ini biasa mendistribusikannya dari tangan ke tangan, dijual secara indie di toko doujinshi, atau mengikuti konvensi akbar doujinshi yang biasa disebut Comiket. Disini dijual ribuan judul doujinshi tiap tahunnya. Pengunjungnya bisa mencapai 400.000 orang.

Doujinshi sendiri kadang menjadi batu loncatan seseorang/kelompok untuk menjadi mangaka. Ken Akamatsu (Love Hina, Negima) juga sering membuat dojin karyanya sendiri. Manga yang bertema hentai biasanya adalah dojin dari manga tertentu yang sudah terkenal. Biasanya karakter manga tersebut memang didesain untuk jadi “sasaran” para dojin-ka (sebutan bagi para pembuat dojin, sama seperti manga-ka).

Manga di Indonesia

Dua penerbit manga terbesar di Indonesia adalah Elex Media Komputindo dan m&c Comics yang merupakan bagian dari kelompok Gramedia. Sekitar tahun 2005, kelompok Gramedia juga telah menghadirkan Level Comics, yang lebih terfokus pada penerbitan manga-manga bergenre Seinen (dewasa)

Teredapat beberapa penerbit ilegal di Indonesia, namun tampaknya peredarannya hanya sebatas di wilayah kota kota besar, karena untuk beberapa daerah tidak ditemukan komik-komik jenis ini. Perbedaan yang mencolok dari penerbit ilegal ini, mereka tampak lebih terbuka terhadap sensor dibandingkan dengan manga terbitan Elex yang jauh lebih ketat dalam hal sensor. [5]

Format baca dan Kejanggalan

Aslinya bahasa Jepang biasanya ditulis dari kanan ke kiri, sehingga penggambaran manga dan ditulis dengan sistem seperti ini di Jepang, yang umum disebut sebagai istilahnya “raw” (mentah). Hal ini berbeda dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang biasa membaca dari kiri (atau sebagai patokan cover depan ada di bagian kiri) ke kanan. Sebelum tahun 2000-an, menyikapi masalah perbedaan budaya ini, ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia gambar dan halamannya umumnya di-flip sehingga dapat dibaca dari kiri ke kanan. Hal ini menyebabkan sering terlihat tokoh tokoh dalam komik terlihat kidal (penggunaan tangan kiri yang dominan) dan sedikit aneh

DSCF6944.jpg DSCF7613.jpg

Contoh halaman yang terjemahannya tidak sesuai dengan gambar

Untuk beberapa manga yang tidak mempermasalahkan keadaan terbalik ini, hal semacam ini tidak terlalu dipermasalahkan, namun kerancuan menjadi sangat mengganggu dalam terjemahan manga genre detektif seperti Detektif Conan, Q.E.D atau Detektif Kindaichi yang sering memberikan informasi/petunjuk yang sangat menyesatkan pembaca karena pada bagian cerita di bab depan tidak sesuai dengan hasil deduksi/kesimpulan dari tokoh utama maupun fakta yang tergambar dalam cerita. Bahkan dalam suatu buku cerita, kadangkala hanya satu panel yang dibalik (pada bagian deduksi) yang semakin memperparah inti cerita. (lihat gambar di samping)

Manga pertama yang mepertahankan format seperti format Jepang asli (raw) adalah Rurouni Kenshin. Selain itu, beberapa penulis komik seperti Takehiko Inoue yang menciptakan komik Slam Dunk tidak setuju karya mereka diubah begitu saja dan minta agar karya mereka dibiarkan dalam format aslinya (raw). Kini, manga-manga yang terbit di Indonesia biasanya sudah diterbitkan dalam format aslinya, terutama untuk pernerbit terbitan “LEVEL COMICS” semuannya sudah mengikuti format asli RAW Jepang, kecuali untuk beberapa judul dari penerbit “Elex Media Komputindo” yang sebagian ada yang telah mulai diterbitkan sebelum tahun 2000-an.

Beberapa judul (yang telah diterjemahkan / dikenal dalam bahasa Indonesia) yang telah memakai format baca ala jepang (raw) adalah :

  • Monster (2003) M&C!

Monster – Urasawa Naoki (1995)

Hoero Pen – SHIMAMOTO Kazuhiko (2002)

DAN DOH!! XI – SAKATA Nobuhiro & BANJO Daichi (2002)

YAMI NO AEGIS – NANATSUKI Kyouichi & FUJIWARA Yoshihide (2006)

C.M.B. – Shinra Hakubutstukan no Jiken Mokuroku – Motohiro Katou (2006)

Tekken Chinmi Legends – Takeshi Maekawa (2007)

A.S.(Animal Sense) – Takeshi Maekawa (2006)

Yotsubato! – Kiyohiko Azuma / Yotuba Sutazio (2007)

Pengaruh pada kultur di Indonesia

Karena banyaknya manga yang diterbitakan di Indonesia sejak dari zaman Doraemon, Candy Candy, Detective Conan, maupun Kungfu Boy yang membanjiri pasar Indonesia yang berlangsung selama bertahun-tahun dengan distribusi yang cukup teratur sehingga menyebabkan manga terbitan Elex Media Komputindo sangat mudah diperoleh apabila dibandingkan dengan peredaran komik Eropa/Amerika yang relatif lebih susah dan lebih mahal, kecuali Donal Bebek yang masih bisa didapat secara teratur tiap minggunya.

Hal ini mengakibatkan terjadinya debat kusir pada proses pembentukan komik karya “Indonesia”, karena secara tidak langsung banyak generasi komikus muda di Indonesia baik tanpa sadar maupun sadar, terpengaruh oleh gaya aliran Jepang (manga) ini. Hal ini pun masih diperdebatkan, namun mengingat dengan beberapa pengarang asal Korea dan Hong Kong yang memiliki goretan yang cukup mirip dengan manga Jepang, harusnya hal ini tidak dipermasalahkan.

Di Indonesia juga terdapat komunitas-komunitas penggemar manga dan anime. Biasanya mereka berkumpul dan berbagi dengan penggemar lain lewat internet atau berkumpul di suatu tempat. Para penggemar yang bertemu di internet/forum biasa mengadakan gathering (pertemuan) untuk saling berjumpa satu sama lain.

Iklan televisi

Ada sebuah iklan produk makanan yang memakai tokoh yang sangat mirip dengan tokoh Kamen Rider dan baltan (Ultraman) yang disebut lobstozilla. Namun iklan ini lebih mirip jiplakan secara kasar daripada sebuah pengaruh.[6]

Kontroversi

Sekitar tahun 2005 – 2007, penerbit Indonesia seperti Level Comics, berani menerbitkan manga yang berbau DEWASA (Seinen). Pada awal kemunculannya, ini sempat ditentang keras. Bahkan manga Vagabond sempat ditarik dari peredaran. Setelah pemberlakuan sensor yang lebih ketat, para penerbit tidak lagi diprotes oleh para ibu yang anaknya membaca manga-manga tersebut. Manga juga sering dinilai tidak mengindahkan rating karena pencantumannya kurang mengena oleh sebagian kalangan yang menilai.

Manga di luar Jepang

Manga telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa di negara-negara di luar Jepang termasuk Cina, Perancis, Italia, Malaysia, Indonesia dan lainnya. Untuk beberapa negara terdapat sebutan tersendiri untuk menyebut komik: